Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Ketika Anak Yang Soleh Lupa Berdoa

Ingat maupun tidak, tapi hadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.
Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.
Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.

Jumat, 24 Mei 2013

Kelalaian dan Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak Bag.5

Pada edisi lalu (tulisan 1 -4) telah kami sebutkan 16 bentuk kelalaian dalam mendidik anak. Berikut ini kembali kami sebutkan beberapa kelalaian yang lain, dan masih merupakan kelanjutan dari kelalaian sebelumnya. Diantara bentuk-bentuk kelalaian itu adalah:
17. Berdoa Buruk untuk Anak
Betapa banyak orang tua khususnya ibu-ibu yang mendoakan keburukan bagi anak-anaknya, maka engkau dapati –karena sebab yang kecil saja- mendoakan buruk kepada anaknya agar mati karena penyakit demam, atau terbunuh dengan peluru, atau tertabrak mobil atau mengalami kebutaan dan bisu. Engkau juga dapati bapak yang mendoakan buruk kepada anak-anak hanya karena mendapatkan sedikit perilaku durhaka dari anak-anaknya, sementara dia tidak menyadari bahwa kedurhakaan anak-anaknya itu karena mereka sendirilah penyebab utamanya.
Orang tua tidak pernah menyadari bahwa doa itu terkadang bertepatan dengan waktu dikabulkannya, sehingga apa yang didoakannya itu benar-benar terjadi, dan akhirnya hanya penyesalan yang tiada arti lagi.
Oleh karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada,
“Janganlah kamu berdoa keburukan atas diri kamu, janganlah kamu berdoa keburukan atas anak-anak kamu, Janganlah kamu berdoa keburukan harta-harta kamu, janganlah kalian (mendoakan mereka) agar (doa yang kalian panjatkan ) tidak bertepatan dengan waktu Allah yang mustajab (memberi segala permintaan hamba-Nya) sehingga Allah mengabulkan untuk kalian doa yang buruk tersebut.”

Kelalaian dan Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak Bag.4

Pada edisi lalu (tulisan 1 -3) telah kami sebutkan 13 bentuk kelalaian dalam mendidik anak. Berikut ini kembali kami sebutkan beberapa kelalaian yang lain, dan masih merupakan kelanjutan dari kelalaian sebelumnya. Diantara bentuk-bentuk kelalaian itu adalah:
14.        Benci Terhadap Anak Perempuan
Sebelum kita mengkaji masalah ini sebagai bentuk kesalahan dalam pendidikan anak, yang paling penting untuk digarisbawahi adalah bahwa sikap ini merupakan cerminan kesalahan dalam akidah dan keyakinan.
Sebagian orang ketika diberikan rezeki oleh Allah Ta’ala dengan lahirnya seorang anak perempuan maka ada rasa benci, dan dadanya terasa terhimpit dengan kehadirannya. Ini adalah perilaku dan budaya jahiliyah, sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya,
“Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.” (Q.S. An-Nahl: 58-59)

Kelalaian dan Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak Bag.3


Pada edisi lalu (tulisan 1 dan 2) telah kami sebutkan 7 bentuk kelalaian dalam mendidik anak. Berikut ini kembali kami sebutkan beberapa kelalaian yang lain, dan masih merupakan kelanjutan dari kelalaian sebelumnya. Diantara bentuk-bentuk kelalaian itu adalah:
8. Terlalu Kikir dan Pelit terhadap Anak
Sebagian orang tua ada yang terlalu kikir dan pelit terhadap anak-anaknya melebihi batas kewajaran, sehingga mebuat anak-anak mempunyai perasaan kekurangan dan merasa sangat membutuhkan. Hal ini dapat mendorong si anak untuk mencari cara mendapatkan uang dengan berbagai macam cara. Bisa jadi dengan cara mencuri, mengemis atau berdekatan (menjilat) kepada teman-teman jahat mereka, serta pelaku kejahatan (kriminal) lainnya.

Kelalaian dan Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak Bag.2

Pada edisi lalu telah kami sebutkan 3 bentuk kelalaian dalam mendidik anak. Berikut ini kembali kami sebutkan beberapa kelalaian yang lain, dan masih merupakan kelanjutan dari kelalaian sebelumnya. Diantara bentuk-bentuk kelalaian itu adalah:
4. Memanjakan Anak dan menuruti Semua Keinginannya.
Ada sebagian orang tua yang selalu menuruti apa yang diminta dan diinginkan oleh Anaknya. Tidak ada satupun permintan yang mereka tolak. Tipe orang tua seperti ini terlalu berlebih-lebihan dan tanpa perhitungan dengan memberikan segalanya untuk sang anak.
Melihat sikap orang tua seperti ini, sang anak akan terbiasa menghamburkan harta dan membelanjakannya hanya sekedar untuk menuruti kesenangannya semata. Hal ini akan membuat mereka semakin buta dan tidak peduli dengan nilai harta (uang), serta tidak dapat menggunakan harta yang dimilikinya dengan baik.

KELALAIAN DAN KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK

Meski begitu besar tanggung jawab dalam mendidik anak, namun banyak orangtua yang melalaikannya. Bahkan tidak sedikit yang menganggap enteng amanah tersebut. Mereka tidak memelihara dengan sebaik-baiknya. Mereka menelantarkan anak-anaknya, mengabaikan pendidikannya, tidak memperhatikan dan tidak mengarahkan mereka.
Begitu mereka melihat benih-benih penyimpangan dan kenakalan pada anak-anak mereka, mulailah mereka menghardik dan mengeluhkannya. Mereka tidak menyadari, penyebab utama dari kenakalan dan penyimpangan itu adalah kelalaian mereka sendiri. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah sya’ir,
Dia telah campakkan anak-anaknya ke telaga dengan terbelenggu
Lalu berkata, “Jangan sekali-kali engkau basah dengan air!”
Kelalaian dalam mendidik anak banyak sekali bentuk dan ragamnya. Semua bentuk kelalaian itu akan menjadi penyebab penyimpangan dan kenakalan pada anak-anak. Diantara bentuk-bentuk kelalaian itu adalah:
1. Membiasakan Anak Memiliki Sifat Penakut dan Tidak Percaya Diri

Anak Susah Diawasi?

mendidik-anak
Mendidik anak memang tidak bisa dikatakan mudah. Selain berhadapan dengan jiwa dan keinginan si anak, seorang pendidik juga berhadapan dengan berbagai lingkungan yang bisa mempengaruhi kepribadian anak didik. Hal itu membutuhkan pengawasan yang baik agar bangunan yang didirikan oleh sang pendidik tidak mudah runtuh karena pengaruh jiwa dan lingkungan anak.
Abu dan Ummu yang semoga dirahmati Allah…
Untuk melakukan pengawasan terhadap anak memang dibutuhkan tenaga ekstra. Terlebih lagi jika anak kita hidup dalam suatu lingkungan yang bisa dikatakan kurang baik. Meskipun demikian, tetap saja kita harus mengusahakan hal tersebut, karena pendidikan anak harus berjalan seimbang, baik dari sisi pembimbingan, maupun dari sisi perlindungan dari hal yang merusak.

Jangan Lalai Mendidik Anak

Kedua orang tua memiliki hak atas anak-anaknya. Begitu sebaliknya, anak-anak juga memiliki hak atas orang tua mereka. Ketika Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada kedu orang tua, Dia juga memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada anak-anak kita.
Berbuat baik kepada anak-anak kita dan menjaga pendidikan mereka adalah bagian dari pelaksanaan amanah yang telah Allah berikan. Sedangkan pengabaian dan kelalaian dalam memenuhi hak-hak mereka adalah kelalaian dan pengkhianatan atas amanat tersebut.
Banyak sekali dalil di dalam al Qur’an dan as Sunnah yang memerintahkan kepada kita agar berbuat baik kepada anak-anak dan menunaikan amanah tersebut dengan baik. Dan, di sisi lain memberi ancaman jika terjadi pengabaian dan kelalaian atas hak-hak mereka.

Sabtu, 18 Mei 2013

Melahirkan Generasi Rabbani, Berakhlak Qur’ani

Judul di atas adalah tema dari Wisuda Santri ke-VI Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan al-Qur’an (LP3Q) Dewan Pimpinan Cabang Wahdah Islamiyah Makassar, pada hari Ahad 22 Mei 2011. Kegiatan yang diikuti oleh TKA/TPA binaan dan non binaan LP3Q DPC WI Makassar ini berlangsung di auditorium Hasanuddin, Lantai I, Gedung PKP2A LAN Antang Makasar. Sebanyak 150 santri ikut dalam wisuda tahun ini, lebih banyak dari wisuda tahun lalu yang diikuti 136 santri.
Acara dimulai dengan tilawatil Qur’an yang dibawakan oleh beberapa santriwan dan santriwati dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri, pemberian sambutan, pembacaan TKA/TPA serta wisudawan/ti terbaik dan diakhiri dengan prosesi wisuda. Di sela-sela acara dimeriahkan dengan unjuk kebolehan dari beberapa santri, seperti hapalan al-Qur’an, puitisasi al-Qur’an, dan nasyid.
Bapak Darto, S.Pd. ayah dari salah seorang wisudawan diberi kesempatan untuk memberikan pesan dan kesan. Darto mengatakan bahwa dia sangat terbantu dengan terbinanya anaknya di TKA/TPA, anaknya menjadi penurut serta lebih baik akhlaknya setelah aktif di TKA/TPA. Dalam kesempatan itu dia mengucapkan terima kasih kepada ustadz dan ustadzah yang telah membina anaknya. Dia juga berharap agar TKA/TPA diperbanyak lagi supaya orang tua santri lebih mudah memasukkan anak-anaknya untuk belajar Islam di TKA/TPA.